1.
Mode Auto : Tidak perlu penjelasan
apapun, pada intinya kita percayakan pemilihan keseluruhan setting pada otak di
kamera. Kamera akan berusaha menebak karakteristik seluruh obyek dalam frame
serta kondisi cahayanya lalu menentukan semua besaran setting diatas. Mode ini
efektif untuk pemula, tetapi hanya menghasilkan foto yang benar namun bukan
luar biasa.
2.
Mode Portrait (biasa dilambangkan dengan
ikon dengan kepala wanita) : Kamera akan memilih DOF yang sempit (angka
aperture sekecil-kecilnya) sehingga obyek yang di foto akan terisolasi dari
background, sehingga ruang fokus hanya akan berada pada subyek saja sementara
background terlihat kabur.
3.
Mode Macro (biasa dilambangkan dengan
ikon bunga) : Mode ini diperlukan saat kita ingin mengambil foto benda-benda
kecil dari jarak dekat (close-up). Dengan mode ini, kita bisa mendekatkan
ujung lensa sedekat-dekatnya sehingga benda sekecil apapun akan terlihat cukup
besar dan detail.
4.
Mode Sport (biasa dilambangkan dengan
ikon orang berlari) : Mode ini dirancang untuk membekukan gerakan. Di mode ini,
kamera akan memperkecil shutter speed sekecil mungkin sehingga ketika membidik
subyek bergerak foto yang dihasilkan akan tetap tajam. Flash akan
dimatikan dan hanya bekerja saat cahaya cukup.
5.
Mode landscape (biasa dilambangkan dengan ikon gunung) : Mode
ini adalah kebalikan dari mode portrait. Kamera akan menggunakan angka aperture
sebesar mungkin, sehingga bidang fokus foto (Depth of Field – DOF) bisa seluas
mungkin. Dengan begitu keseluruhan bagian foto dalam frame akan tajam.
Sesuai namanya, mode ini didesain dipakai saat kita memotret pemandangan alam,
namun juga bisa digunakan saat memotret orang namun kita ingin background tetap
terlihat tajam.
6.
Mode Night (dilambangkan dengan ikon bintang atau bulan) :
Mode ini didesain untuk bekerja dalam kondisi cahaya yang minim, baik saat
malam maupun kita berada dalam ruangan yang remang. Kamera akan menaikkan
ISO supaya dalam kondisi remang-pun sensor masih mampu menangkap cahaya dengan
baik, mode ini juga berusaha membuat shutter speed yang lebih lama sehingga
gambar tidak terlalu kabur dan biasanya secara otomotis flash bawaan kamera
akan ikut menyala.
7.
Mode Beach / Snow : Menyeimbangkan eksposur supaya putih-nya
salju atau pasir pantai tidak kehilangan detailnya dan juga tidak terlalu pucat
dengan menaikkan eksposur. White balance diset di sinar matahari.
8.
Mode Fireworks : Tanpa flash, shutter
speed diset lumayan lama untuk merekam pergerakan percikan kembang api dengan
baik. Mode ini sebaiknya diimbangi dengan memakai alat bantu untuk menstabilkan
kamera supaya tidak goyang, misal tripod.
9.
Mode Panorama – memotret urutan foto yang
nantinya akan digabung sebagai panorama
Arti fungus white balance (WB)
·
AUTO :
sering juga disingkat dengan AWB, berfungsi untuk secara otomatis membaca warna putih yang dihasilkan oleh cahaya disekitar.
sering juga disingkat dengan AWB, berfungsi untuk secara otomatis membaca warna putih yang dihasilkan oleh cahaya disekitar.
·
DAYLIGHT :
Dilambangkan dengan simbol matahari, ideal untuk mengambil gambar outdoor pada saat matahari bersinar terang dan langit biru, karena pada situasi seperti ini warna putih akan terbaca secara kasat mata oleh kamera.
Dilambangkan dengan simbol matahari, ideal untuk mengambil gambar outdoor pada saat matahari bersinar terang dan langit biru, karena pada situasi seperti ini warna putih akan terbaca secara kasat mata oleh kamera.
·
TUNGSTEN :
Simbol dari WB ini adalah lampu bohlam, ideal untuk pemotretan indoor yang sumber cahayanya didomonasi oleh lampu pijar atau bohlam yang akan menghasilkan warna kemer-merahan. Sehingga diperlukan tungsten wb untuk membuat warna lebih sejuk.
Simbol dari WB ini adalah lampu bohlam, ideal untuk pemotretan indoor yang sumber cahayanya didomonasi oleh lampu pijar atau bohlam yang akan menghasilkan warna kemer-merahan. Sehingga diperlukan tungsten wb untuk membuat warna lebih sejuk.
·
FLOURESCENT :
Simbolnya seperti lampu neon, ideal untuk indoor yang sumber cahayanya didominasi oleh lampu neon yang menghasilkan warna yang dingin atau kebiru-biruan.
Simbolnya seperti lampu neon, ideal untuk indoor yang sumber cahayanya didominasi oleh lampu neon yang menghasilkan warna yang dingin atau kebiru-biruan.
·
SHADE :
Simbolnya gambar rumah dengan bayangan, apabila Anda mengambil objek yang berada dibawah bayang-bayang maka hasilnya kebiru-biruan,maka untuk memunculkan warna yang natural gunakanlah setting shade wb.
Simbolnya gambar rumah dengan bayangan, apabila Anda mengambil objek yang berada dibawah bayang-bayang maka hasilnya kebiru-biruan,maka untuk memunculkan warna yang natural gunakanlah setting shade wb.
·
CLOUDY :
Simbolnya gambar awan, apabila pada saat pengambilan gambar suasana berawan warna yang dihasilkan akan pucat, maka untuk meningkatkan warna gunakanlah cloudy wb setting.
Simbolnya gambar awan, apabila pada saat pengambilan gambar suasana berawan warna yang dihasilkan akan pucat, maka untuk meningkatkan warna gunakanlah cloudy wb setting.
·
FLASH :
Simbolnya kilat, jika Anda menggunakan flash hasil warna pada gambar akan kebiru-biruan karena cahaya flash sifatnya lembut maka gunakanlah flash wb untuk menaikkan warna.
Simbolnya kilat, jika Anda menggunakan flash hasil warna pada gambar akan kebiru-biruan karena cahaya flash sifatnya lembut maka gunakanlah flash wb untuk menaikkan warna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar