Rabu, 13 Februari 2013

Tuntut Pemekaran dan Janji Bupati Ketapang


           Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Sandai dan Kecamatan Hulu Sungai Kabupaten Ketapang rusak parah. Hal ini sudah berlangsung sejak tahun 2010 hingga sekarang (13/2/2013). jalan yang dibangun sejak tahun 90an ini jarang sekali mendapat perawatan. perbaikan hanya beberapa kali penambalan, hal itu pun hanya bertahan beberapa bulan. padahal jalur ini merupakan urat nadi perekonomian warga di dua kecamatan. jarak tempuh dari Desa Demit ke Sandai pada kondisi kemarau -/+45 menit menjadi 1-2 jam yang berjarak 16km.
 Desember 2012 kemaren, jembatan penghubung dua kecamatan yang terletak di Dusun Nanga Nango sudah hampir roboh. titik terparah yaitu terletak di Desa Petai Patah, Dusun Pengkaraan, Dusun Nango, Dusun Demit. kerusakan bervariasi, ada kubangan lumpur, lubang yang dalam,pungutan liar (meting), jembatan hampir roboh, selain mengganggu tentu saja kondisi ini membahayakan keselamatan warga.

Pemerintah Kabupaten seolah menutup mata atas kejadian ini, sudah berapa kali warga melakukan protes, namun tidak digubris.  hal ini tentu saja membuat citra pemerintahan Henrikus sebagai bupati semakin buruk. jika terus dibiarkan tidak menutup kemungkinan jalur transportasi antar kecamatan ini akan putus. 
Wilayah Kabupaten Ketapang yang terlalu luas memang menjadi kendala klasik sebagai alasan pemkab ketapang. mereka selalu beralasan keterbatasan anggaran, padahal Sandai dan Hulu Sungai adalah penyumbang PAD ke Ketapang paling besar. Pemekaran Kabupaten Hulu Aik hanya menjadi wacana saja, karena sekarang ditunggangi oleh kepentingn politik. Henrikus juga tidak memberikan pernyataan mendukung pemekaran tersebut. Sekarang saatnya masyarakat menuntut pemekaran dan janji Henrikus ketika kampanye untuk memperbaiki trasportasi di Sandai.
semoga ada perhatian yang lebih serius baik dari gubernur KalBar maupun Bupati Ketapang mengenai perbaikan jalan penghubung dua kecamata ini. 

berikut foto-foto jalan yang hancur tersebut.

                                          nanga nango

                                          pungli (meting) motor lewat = Rp 1.000,-

                                          dusun Demit

                                         Petai Patah

                                         warga bersusah payah melintas

2 komentar: